Senin, 11 Juli 2016

Misteri Kematian


Dikisahkan bahwa suatu hari malaikat maut datang ke rumah Nabi Sulaiman dengan wujud seorang manusia. Saat itu Nabi Sulaiman sedang berbincang-bincang dengan sahabatnya. Begitu datang, malaikat maut langsung menatap lama dan tajam kepada sahabat Nabi Sulaiman itu, kemudian malaikat mautpun keluar.

Sahabat Nabi Sulaiman bertanya dengan nada penuh ketakutan kepada Nabi Sulaiman: “Wahai nabi Allah, siapakah gerangan laki-laki itu?” Nabi Sulaiman menjawab, “Sesungguhnya dia adalah malaikat maut.”

Melihat malaikat maut memandangnya begitu lama, laki-laki itu merasa takut bahwa nyawanya akan dicabut. Ia lalu meminta kepada Nabi Sulaiman agar memerintahkan angin untuk membawanya ke negeri India, dengan harapan agar malaikat maut kehilangan jejak dan tidak bisa menemukan keberadaannya di sana.

Sepotong Kurma Ulama

Guru kami menceritakan tentang sosok Khodim 'ilmi al-hadits, Syaikh Abdullah al-Harari al-Habasyi al-Qurasyi al-'Abdary, bahwa tiap kali selesai memberikan pelajaran (ta’lim), beliau mempunyai kebiasaan membagikan sisa minuman yang disediakan untuk beliau kepada murid yang duduk berdekatan dengan beliau. Beliau kemudian ditanya mengenai alasan melakukan hal itu. Beliau tidak menjawab agar sisa air minuman itu diambil berkahnya (sebagaimana kebiasaan di pesantren-pesantren salaf di daerah Jawa yang mana para santri berebut sisa air minum kyai setiap selesai ta’lim dengan tujuan mendapatkan berkah). Syekh Abdullah, dengan penuh rasa tawadhu’ menjawab bahwa beliau hanya ingin mengamalkan hadits Rasulullah:
 اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ التَّمْرِ
Makna hadits ini adalah kita diperintah Rasulullah untuk menjaga diri kita dari api neraka meskipun dengan bersedekah separuh dari buah kurma.

Demikian cerminan akhlak para ulama sejati, pewaris para nabi. Perilaku mereka selalu didasari dengan ilmu. Sikap mereka senantiasa membawa kesejukan bagi orang-orang yang dekat dengannya.

al-Muhaddits as-Syaikh al-Imam Abdullah al-Harari al-Habasyi -rahimahullah-

Minggu, 10 Juli 2016

Mengadu Lapar pada Rasulullah

Abu Bakr al-Minqari berkata: "Adalah aku, ath-Thabarani dan Abu asy-Syaikh berada di Madinah. Kami berada dalam suatu keadaan kemudian rasa lapar melilit perut kami, pada hari itu kami belum makan. Ketika tiba waktu isya', aku mendatangi makam Rasulullah dan mengadu: “Yaa Rasulallah, al-Juu’ al-Juu’ (Wahai Rasulullah, lapar...lapar)”, lalu aku kembali. Abu as-Syaikh berkata kepadaku: "Duduklah, (mungkin) akan ada rejeki atau (kalau tidak, kita akan) mati".

Abu Bakr melanjutkan kisahnya: "Kemudian aku dan Abu asy-Syaikh beranjak tidur sedangkan ath-Thabarani duduk melihat sesuatu. Tiba-tiba datanglah seorang 'Alawi (sebutan bagi orang yang memiliki garis keturunan dengan Ali dan Fatimah), lalu ia mengetuk pintu dan ternyata ia ditemani oleh dua orang pembantu yang masing-masing membawa panci besar yang di dalamnya terdapat banyak makanan. Maka kami duduk lalu makan. Kami mengira sisa makanan akan diambil oleh pembantu itu, tapi ternyata ia meninggalkan kami dan membiarkan sisa makanan itu ada pada kami. Setelah kami selesai makan, 'Alawi itu berkata: "Wahai kaum, apakah kalian mengadu kepada Rasulullah?, sesungguhnya aku tadi bermimpi melihat beliau dan beliau menyuruhku untuk membawakan sesuatu kepada kalian".

Senin, 04 Juli 2016

Pohon Ruku' di Australia

Guru kami, Syaikh Salim Alwan al-Husaini, suatu ketika mengadakan kegiatan kemah bersama para muridnya di sebuah tempat dekat hutan di Australia. Saat beliau hendak melaksanakan shalat berjama’ah bersama para muridnya, ada satu orang siswa yang tidak ikut berjamaah, ia rupanya berdiri di sebuah tempat dan tertegun seakan melihat sesuatu.

Syaikh Salim kemudian mendatangi anak tersebut dan bertanya mengapa ia berdiri di tempat itu. Anak itupun menjawab: “Dari tadi saya melihat ada orang yang sedang ruku’ tetapi tak kunjung bangkit dari ruku’nya”. Syaikh Salim lalu memeriksanya dan ternyata beliau menemukan sebuah pohon yang bentuknya menyerupai orang yang sedang ruku’. Setelah dicek lebih lanjut, ternyata posisi pohon tersebut persis menghadap kiblat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...