Minggu, 10 Juli 2016

Mengadu Lapar pada Rasulullah

Abu Bakr al-Minqari berkata: "Adalah aku, ath-Thabarani dan Abu asy-Syaikh berada di Madinah. Kami berada dalam suatu keadaan kemudian rasa lapar melilit perut kami, pada hari itu kami belum makan. Ketika tiba waktu isya', aku mendatangi makam Rasulullah dan mengadu: “Yaa Rasulallah, al-Juu’ al-Juu’ (Wahai Rasulullah, lapar...lapar)”, lalu aku kembali. Abu as-Syaikh berkata kepadaku: "Duduklah, (mungkin) akan ada rejeki atau (kalau tidak, kita akan) mati".

Abu Bakr melanjutkan kisahnya: "Kemudian aku dan Abu asy-Syaikh beranjak tidur sedangkan ath-Thabarani duduk melihat sesuatu. Tiba-tiba datanglah seorang 'Alawi (sebutan bagi orang yang memiliki garis keturunan dengan Ali dan Fatimah), lalu ia mengetuk pintu dan ternyata ia ditemani oleh dua orang pembantu yang masing-masing membawa panci besar yang di dalamnya terdapat banyak makanan. Maka kami duduk lalu makan. Kami mengira sisa makanan akan diambil oleh pembantu itu, tapi ternyata ia meninggalkan kami dan membiarkan sisa makanan itu ada pada kami. Setelah kami selesai makan, 'Alawi itu berkata: "Wahai kaum, apakah kalian mengadu kepada Rasulullah?, sesungguhnya aku tadi bermimpi melihat beliau dan beliau menyuruhku untuk membawakan sesuatu kepada kalian".

Kisah ini disebutkan oleh al-Hafizh Abdurrahman ibn al-Jauzi dalam kitabnya “Al-Wafa bi Ahwal al-Mushthafa”, kisah ini juga dituturkan oleh al-Hafizh adl-Dhiya' al-Maqdisi. Masyaallah… sungguh kisah yang sangat menyentuh, mengingatkan kita betapa Allah maha kuasa berbuat apapun yang Ia kehendaki, dan betapa pertolongan rasulullah tidak akan berhenti dengan kematian beliau!!!

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah ini adalah bahwa mendatangi makam Rasulullah untuk meminta pertolongan (dalam istilah agama disebut istighotsah) adalah boleh dan baik. Siapapun mengetahui bahwa mereka bertiga yang disebut dalam cerita di atas (terutama, ath-Thabarani, seorang ahli hadits kenamaan) adalah ulama-ulama besar Islam. Kisah ini dinukil oleh para ulama termasuk ulama madzhab Hanbali dan lainnya. Mereka ini di mata umat Islam adalah muwahhidun (ahli tauhid), bahkan merupakan tokoh-tokoh besar di kalangan para ahli tauhid.
 Makam Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- di Madinah


1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...