Jumat, 20 Mei 2016

Berlanjut ke Ikhtiar dan Doa (2 dari 4)



Mimpi untuk memiliki sebuah mobil terus berlanjut tanpa henti. Untuk mewujudkan mimpi itu, mulailah saya lakukan hal-hal konyol yang terkesan tak wajar, eits…bukan yang haram dan dilarang agama ya. Sudah menjadi keyakinan saya bahwa pintu rejeki itu sangat banyak, tanpa bisa diduga dan dihitung pakai rumus matematika. Seringkali kita lihat, orang pergi haji bukan dengan uang sendiri melainkan dibiayai oleh orang lain atau mendapat hadiah. Ya, cara berpikir ini yang saya sett dalam pikiran. Mulailah saya browsing di internet tentang tips memiliki mobil tanpa modal, saya buka satu demi satu laman internet. Letih berselancar di dunia maya, saya tidak menemukan sesuatu yang “wah” yang bisa diterapkan untuk mewujudkan mimpi saya tersebut.

Semakin hari saya semakin bersemangat mencari jalan untuk meraih mimpi. Sampai pada suatu hari dimana saya menemukan “inti sari” dari konsep usaha atau ikhtiar. Ya, kita memang wajib ikhtiar untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Ikhtiar yang saya jalankan bukan menabung karena memang gaji pekerjaan saya hanya cukup untuk makan sekeluarga, dan tidak bisa ditabung lagi, hmm…. Terkesan kere memang, tapi alhamdulillah saya masih bersyukur dengan rejeki yang diberikan Allah.
Jadi? Ikhtiar saya mulai dengan belajar mengemudi alias nyetir. Memang ada sebagian orang yang berkata: “Ntar kalo punya mobil pasti bisa nyetir”. Prinsip ini saya nilai kurang pas, karena ibarat orang memancing, kalau mau dapat ikan maka harus melengkapi diri dengan kemahiran memancing, betul? Ya, saya ingin punya mobil maka saya harus pandai nyetir dulu. Soal nanti jadi punya mobil atau tidak yang penting bisa nyetir, siapa tahu suatu hari nanti saat mengemudikan mobil orang baik, eh…mobilnya dipinjamkan atau malah dikasih (bukan ngarep dan tamak, hanya berharap kepada Allah yang Maha Pemurah).

Mulailah saya belajar nyetir dengan meminta bantuan saudara ipar yang waktu itu sering merental mobil. Tak puas belajar dari saudara ipar yang dulunya belajar otodidak, saya lanjutkan dengan kursus mengemudi. Tiga hari kursus, instrukturnya bilang kalau skill mengemudiku sudah dianggap cukup, hingga sertifikatpun diterbitkan.

Setelah mendapat sertifikat, sayapun melanjutkan ikhtiar, yaitu mengurus SIM A. Setelah beberapa kali menemui kegagalan saat tes (kegagalan adalah awal kesuksesan bukan?), akhirnya SIM pun saya dapatkan. Alhamdulillah. Sampai di sini saya rasa ikhtiar sudah cukup, tinggal menabung sebanyak-banyaknya atau menunggu keajaiban dari Allah Tuhan semesta alam yang Maha Kaya dan tidak butuh apapun dari makhluk-Nya.

Ikhtiar sudah, tinggal satu langkah lagi untuk mewujudkan mimpi, yaitu doa. Di sini, kembali saya menemukan “intisari” dari doa. Berawal dari inspirasi dari beberapa pakar motivasi (motivator) muslim,  bahwa dalam berdoa kita harus menjelaskan dengan rinci dan detil apa yang kita pinta dan mohon. Apabila kita minta sesuatu pada Allah, maka sebutkan dengan sejelas-jelasnya, minta mobil misalnya, sebutkan apa mereknya, tipe apa, warna apa, dan seterusnya (begitu katanya), jangan hanya bilang: “Ya Allah, limpahkan rejeki yang banyak kepadaku”. Ya…tidak salah sih, walaupun Allah Maha Tahu bahkan isi hati kita.

Namun yang paling penting dalam berdoa, carilah waktu-waktu yang mustajab alias cepat terkabul, seperti saat tengah malam, antara adzan dan iqamah, malam hari raya idul fitri atau idul adha, dan lain-lain (nanti tanyakan pada pak ustadz aja ya). Juga, berdoa di tempat-tempat mustajab, seperti makam para wali dan orang-orang sholeh, beberapa tempat di Mekah dan Madinah, dan seterusnya.

Yang tak kalah penting adalah, mintalah istri anda untuk berdoa dengan doa yang sama dengan Anda, yakni minta mobil (ini berlaku bagi yang punya istri, kalau belum ya segera nikah dulu). Yang paling penting diantara yang penting adalah, mintalah orang tua Anda, khususnya ibu, agar ikut mendoakan supaya Anda cepat memiliki mobil. Sungguh, doa ibu kepada anaknya tiada bandingannya.

Ya…ikhtiar dan doa, dua hal itulah yang saya lakukan untuk mewujudkan mimpi memiliki mobil. Dan tahukah Anda? (sekedar ingin berbagi kisah dan nikmat Allah), tiga bulan setelah saya meminta doa dari istri, ibu kandung, ibu dan ayah mertua, akhirnya impian yang telah lama itu terwujud. Lha…kok bisa? Duitnya dari mana? Itulah rahasia rejeki yang tidak dapat diakal-akal dan tidak bisa dirumuskan dengan matematika. Hanya bermodal niat baik, keridhaan dan doa ajaib dari orang tua kita. Saya rasa hanya itu kuncinya, apabila orang tua ridha maka Allah pun ridha, dan sebaliknya apabila orang tua murka maka Allah pun murka. Sekian semoga menginspirasi Anda. Baca lanjutan kisahnya di sini!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...