Guru kami menceritakan tentang sosok Khodim 'ilmi al-hadits, Syaikh Abdullah al-Harari al-Habasyi al-Qurasyi al-'Abdary, bahwa tiap kali selesai memberikan pelajaran (ta’lim), beliau mempunyai kebiasaan membagikan sisa minuman yang disediakan untuk beliau kepada murid yang duduk berdekatan dengan beliau. Beliau kemudian
ditanya mengenai alasan melakukan hal itu. Beliau tidak menjawab agar sisa air minuman itu diambil berkahnya (sebagaimana kebiasaan di pesantren-pesantren salaf di daerah Jawa yang
mana para santri berebut sisa air minum kyai setiap selesai ta’lim dengan
tujuan mendapatkan berkah). Syekh Abdullah,
dengan penuh rasa tawadhu’ menjawab
bahwa beliau hanya ingin mengamalkan hadits Rasulullah:
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ
التَّمْرِ
Makna hadits ini adalah kita diperintah Rasulullah untuk menjaga diri kita
dari api neraka meskipun dengan bersedekah separuh dari buah kurma.
Demikian cerminan akhlak para ulama sejati, pewaris para nabi. Perilaku
mereka selalu didasari dengan ilmu. Sikap mereka senantiasa membawa kesejukan
bagi orang-orang yang dekat
dengannya.
al-Muhaddits as-Syaikh al-Imam Abdullah al-Harari al-Habasyi -rahimahullah-
Sumber kisah: Saudara kami Ustadz Achmad
Machfudz Effendi, dalam: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4206518177497&set=a.1187141934978.21139.1721190812&type=3&theater

Tidak ada komentar:
Posting Komentar